Rabu, 07 Maret 2018

Cerita Pendek

Hubungan manusia dan tanggung jawab

Tanggung Jawab Orang Tua


Sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan anaknya dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, manis, dan pandai berdalih untuk menhindari segala macam tanggung jawab.

Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, “ Aaah Ibu, kana da si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan toh nanti kotor lagi “. Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alas an yang tidak masuk akal.

Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka pun berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak ?mereka pun berniat memberi pelajaran kepada sianak tersbut.

Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Sianak pun segera protes dengan kata-kata kasar, “ menagapa papa tidak memberikan aku uang saku ? mau aku mati kelapan disekolah ya ? “, sambil tersenyum si ayah menjawab , “ untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi “.

Demikian saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, “ Ma, lapar nih. Mana makanannya ?aku buru-buru mau kesekolah”, “ untuk apa makan ? toh nanti lapar lagi?” jawab si ibu tenang.

Sambil kebingungan, si anak berangkat kesekolah tanpa bekal uang dan perut kosong.Seharian disekolah, dia mmerasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel.Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak menyayanginya lagi.

Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, “ anakku, saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan didapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makna, besok juga makan lagi.Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi.Hidup adalah rangkaian tanggung jawab setiap hariharus mengulangi hal-hal baik.Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu.Ibu harap kamu mengerti”.Si anak menganggukan kepala, “Ya Ayah- Ibu, aku mulai mengerti, aku juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar