BAHAYANYA MEROKOK
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
Pertama - tama marilah kita panjatkan puji dan
syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang karena
berkat rahmat dan nikmat yang selalu tercurahkan kepada kita, membuat kita semu
dapat berkumpul di dalam ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada
junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya,tabiit
tabiin dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amin ya rabbal alamin.
Pada kesempatan yang baik ini, saya akan
menyampaikan sebuah pidato tentang “Bahaya Merokok”, agar kita semua dapat
mengetahui bahaya rokok dan terhindar dari penyakit - penyakit yang disebabkan
olehnya. Semoga apa yang dapat saya sampaikan saat ini bisa menjadi manfaat
yang baik buat kita semua.
Teman teman semua,
Sejak jaman dahulu rokok telah menjadi gaya hidup
bagi setiap orang. Namun, kenyataan saat ini merokok bukan lagi menjadi gaya
hidup seseorang, tetapi telah menjadi kebutuhan primer yang hampir setara
dengan makanan dan minuman.
Kita sering sekali mendengar kalimat – kalimat yang
diutarakan oleh perokok seperti “Abis makan kalau tidak merokok mulut terasa
pahit”, “Tidak makan yang penting merokok”, dan masih banyak lagi. Hal ini
menunjukan betapa rokok telah sejajar dengan kebutahan pokok manusia.
Bahkan yang lebih parahnya lagi adalah rokok tidak
hanya dinikmati oleh orang dewasa, tetapi anak - anak kecil pun telah merokok.
Mereka percaya bahwa merokok dapat membuat mereka terlihat keren. Rokok Tetapi,
menurut saya anggapan itu salah besar.
Rokok tidak membuat perokok terlihat keren tetapi
justru itu membahayakan diri mereka sendiri. Apakah kalian ingin cita cita nya
hancur dengan rokok?Tahukah Anda di dalam rokok terkandung banyak sekali zat –
zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Diantara ratusan zat yang berbahaya
di dalam rokok, ada tiga zat yang paling berbahaya, yaitu:
Nikotin
Nikotin ada pada tembakau rokok. Zat inilah yang
membuat perokok tidak bisa lepas dari rokok alias kecanduan. Zat ini sangat
berbahaya karena dapat merusak jaringan sel otak, membuat darah menjadi sulit
membeku, membunuh sel – sel yang ada pada saluran pernapasan dan paru-paru, dan
juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga dapat beresikok gagal
jantung.
TAR
Tar adalah abu sisa pembakaran rorkok. Zat ini
adalah zat yang paling dominan setelah nikotin. Kandungan TAR yang dihasilakan
dari rokok menyebabkan tubuh memproduksi lendir dan dahak berlebihan, sehingga
membuat para perokok akan mengalami batuk yang berkepanjangan dan tidak pernah
kunjung usai. Selain itu, apabila TAR ikut terhirup ke dalam tubuh, maka akan
dapat menimbulkan kanker paru – paru sehingga tidak bisa bekerja seperti
biasanya.
Karbon Monoksida (CO)
Karbon Monoksida atau gas CO adalah zat yang
dihasilakan dari pembakaran rokok. Zat ini merupakan asap yang mereka hirup.
Jika gas CO dihirup oleh tubuh, maka zat ini akan mengikat hemoglobin, sel
darah yang mengikat oksigen di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan darah
lebih banyak mengandung gas karbon dioksida daripada oksigen. Apabila hal ini
terus berlanjut, maka tubuh kita akan kekurangan oksigen. Selain itu, Gas
Karbon Monoksida yang terhirup juga dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada
paru – paru dan juga menyebabkan batuk yang berkepanjangan.
Teman teman semua,
Zat – zat di ataslah yang akan masuk setiap kalinya
kalian menghisap rokok. Apabila hal tersebut terus berlanjut, maka penyakit –
penyakit yang berbahaya akan mendekati kalian, seperti kanker paru,
tenggorokan, otak, serangan jantung, bahkan kematian.
Oleh karena itu, jauhilah merokok karena merokok
tidak ada manfaatnya sama sekali, tetapi malah akan membahayakan kesehatan
kita.
Jika kita ”Hidup Tanpa Rokok Berarti Hidup Tanpa
Racun”
Hanya sampai di sini pidato yang dapat saya
samapaikan kali ini. Apabila ada kesalahan dalam penyampaian saya memohon maaf
dan terimakasih atas perhatiannya.
Wabilahitaufik walhidayah wasslaamualaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar